Desain Rumah Minimalis Anti Banjir

Curah hujan yang tinggi memang tak bisa diprediksi. Namun, mengantisipasi banjir dan luapan air hujan yang ekstrim membuat kita semuanya harus berjaga-jaga dan siap dalam segala kondisi.

Nah, berikut adalah beberapa tips yang mesti diperhatikan dalam membangun rumah minimalis anti banjir.

  • Rak Dinding

Tinggikan rak dinding hingga 1 sampai 1,5 meter atau lebih. Agar perabot yang disimpan aman dari jangkauan air. Dekorasi hunian yang nyaman dan rak dinding yang tinggi membuat anda merasa aman dari ancaman kerusakan barang akibat genangan air.

  • Gunakan Jendela dan Pintu Berbahan UPVC

Ganti bingkai jendela dan pintu rumah Anda menggunakan material UPVCV (Unplasticized Poly Vinyl Chloride). Material ini merupakan turunan plastik yang mengalami proses pembentukan sehingga sifat lentur atau plastiknya hilang.

Material UPVCV memiliki berat yang lebih ringan dibanding kayu. Kelebihan material ini juga lebih mudah dibersihkan dan ketahanannya tak kalah kuat dari kayu. Secara harga lebih murah.

  • Gunakan Ubin Keramik

Pasang lantai dasar menggunakan ubin keramik. Lantai keramik tidak mudah rusak jika terkena banjir. Lantai juga jadi lebih mudah dibersihkan setelah banjir. Jika Anda menggunakan lantai kayu, Anda akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perbaikan lantai.

  • Stop Kontak Didesain lebih tinggi dari biasanya

Buat stop kontak di rumah setidaknya sekitar 1,5 m di atas permukaan lantai dasar. Hal ini untuk mengindari terjadinya air masuk ke lubang stop kontak sehingga dapat menyebabkan korsleting listrik.

  • Dapur Berbahan Steinless Steel

Rancang dapur Anda menggunakan bahan stainless steel dan kayu solid. Ini lebih baik dibandingkan Anda menggunakan chipboard (papan partikel). Material stainless steel lebih kuat terhadap banjir dan mudah dibersihkan dibanding kayu.

Anda juga dapat menginstal free-standing kitchen units yang dapat dipindahkan. Jadi ketika banjir menerjang Anda dapat memindahkan perabotan dapur dengan mudah.

 

 

Inspirasi Desain Rumah Klasik Mewah Eropa

Desain Rumah Mewah Eropa

Mendesain rumah klasik mewah pasti harus memperhatikan detail dari setiap detail yang rumit pada fasad, pintu masuk, jendela, dan atapnya. Mungkin saja kita akan mendapati detail klasik seperti kolom bergalur, coffered plafond (panel-panel cekung di langit-langit), atau jendela yang dibingkai dengan detail molding.
Berikut adalah contoh otentik dari gaya rumah klasik Eropa dengan mengikuti prinsip khas ekspresi arsitektur berikut ini.

1. Model Early Classical Revival
Model rumah klasik (early classical revival) mempunyai teras bertingkat dua dominan yang didukung oleh kolom-kolom Tuscan dengan balkon lantai dua dan langkan yang menyatu ke dalam kolom dan detail cornice yang sangat rumit. Gaya rumah khas Eropa mayoritas beratap tinggi dan banyak menggunakan tiang-tiang. Setiap detail yang luar biasa, termasuk kolom-kolom tinggi dan balkon besi menjadi ciri khas model rumah early classical revival.

2. Model Greek Revival
Model Greel Revival dapat dibedakan dari sisi cornice dengan model early classical revival, rangkaian detail ukiran di bawah lis atap, model rumah Greek revival yang lebih modern menyajikan detail profil yang lebih sederhana daripada contoh-contoh early classical revival sebelumnya, namun tetap berpegang pada ekspresi formal gaya tersebut.

3. Model Neo Clasical
Model rumah neoclassical dapat dibagi menjadi tiga tipe utama. Bangunan bergaya kuil kuno, bangunan Palladian yang didasarkan pada gaya konstruksi vila Palladio (Arsitektur Renaisans) dan bangunan blok klasik.

Desain Rumah Mewah Eropa

Dari setiap gaya tersebut, mempunyai perpedaan yang cukup tajam antara berbagai gaya yang ada. Sehingga para perancang menambahkan berbagai gaya bangunan yang lebih beragam.