Sebelum Percaya Kepada Pemborong Bangunan, Perhatikan 3 Hal Penting ini!

Profesi pemborong bangunan merupakan salah satu pilihan profesi yang sangat membantu mempermudah proses pembangunan rumah, toko, atau sejenisnya. Pemilik proyek hanya perlu menyerahkan uang, bangunan pesanannya jadi sesuai spesifikasi yang telah disepakati. Sangat praktis, bukan?

Namun, tidak semua proyek yang digarap oleh pemborong dapat selesai seuai ekspektasi. Adakalanya pemilik proyek harus berhadapan dengan pemborong nakal yang tidak mengerjakan proyek sesuai dengan perjanjian. Kejadian seperti ini tidak bisa dituntut secara hukum, karena tidak ada perjanjian yang memiliki kekuatan hukum seperti dengan kontraktor.

Perbedaan Pemborong Bangunan dan Kontraktor

Meski sering dianggap sama, pemborong dan kontraktor memiliki perbedaan. Jika kontraktor menyelesaikan proyek harus dengan menandatangani perjanjian, pemborong tidak membutuhkannya. Hanya perlu kesepakatan lisan antara pemilik dengan pemborong, proyek bisa segera digarap.

Perbedaan ini membuat perjanjian dengan kontraktor memiliki kekuatan hukum. Sehingga jika suatu saat terjadi kesalahan atau kecurangan, kontraktor bisa dituntut secara hukum oleh pemilik proyek. Sedangkan jika ada kecurangan yang dilakukan oleh pemborong bangunan, pemilik proyek tidak bisa menempuh jalur hukum untk melakukan tuntutan.

3 Hal Penting Yang Harus Diwaspadai dari Pemborong Bangunan

Pemilik proyek pada umumnya lebih memilih pemborong daripada kontraktor. Karena jasa pemborong cenderung lebih murah. Namun sebelum melakukan perjanjian dengan pemborong, sebaiknya pemilik proyek memperhatikan beberapa hal penting ini. Agar suatu saat jika terjadi sesuatu, tidak menyesal dan tahu harus menyelesaikan dengan cara seperti apa.

  1. Pilih Pemborong Terpercaya

Pekerjaan yang akan diserahkan kepada pemborong menuntut kepercayaan yang tinggi. Oleh karena itu perlu diserahkan kepad aorang yang memang bisa dipercaya. Jika tidak, proyek yang dihasilkan rawan dikerjakan dengan sembarangan. Hanya orang yang amanah mampu menjaga kepercayaan pemilik proyek dengan baik.

  1. Awasi Pengerjaan Proyek

Meskipun menyerahkan pengerjaan proyek adalah untuk mempermudah pemilik proyek menyelesaikan misinya, pengawasan tetap perlu dilakukan. Karena jika tidak, pemborong yang tidak amanah dapat melakukan kecurangan sewaktu-waktu. Baik dari segi bahan bangunan maupun waktu pengerjaan.

  1. Perhatikan Alokasi Budget Dengan Hasil

Sebelum memulai pekerjaan proyek, sebaiknya buat rencana anggaran sesuai dengan daftar harga terbaru. Karena harga bahan bangunan fluktuatif dan cenderung naik. Sehingga pemilik proyek memiliki data dan proyeksi hasil ketika sudah jadi.

Pekerjaan pemborong bangunan yang baik akan menghasilkan bangunan yang baik kualitasnya. Maka jangan salah pilih. Dengan memperhatikan 3 hal di atas, semoga pemilik proyek dapat menyelesaikan proyeknya sesuai ekspektasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *